Beribadah di Tanah Suci adalah kesempatan istimewa yang hanya diberikan kepada hamba-hamba terpilih. Karena itu, setiap jamaah umroh perlu memahami adab dan sunnah agar ibadah menjadi lebih khusyuk, tertib, dan bernilai pahala maksimal di hadapan Allah SWT. Berikut panduan lengkapnya.
1. Persiapan Hati dan Niat yang Ikhlas
Sebelum memasuki Tanah Suci, jamaah dianjurkan untuk meluruskan niat hanya karena Allah SWT. Hindari niat untuk dipuji atau sekadar mengunggah ibadah ke media sosial. Hati yang bersih dan tawadhu merupakan kunci diterimanya amalan.
Sunnah sebelum berangkat:
- Sholat sunnah safar dua rakaat.
- Meminta doa restu kepada orang tua, guru, dan keluarga.
- Membaca doa keluar rumah dan doa safar.
2. Menjaga Adab di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Kedua masjid ini adalah tempat yang sangat mulia. Setiap perilaku harus mencerminkan rasa hormat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Adab utama:
- Tidak berbicara keras atau tertawa berlebihan.
- Menghindari dorong-dorongan, terutama ketika thawaf atau mencium Hajar Aswad.
- Menjaga kebersihan masjid dan tidak membuang sampah sembarangan.
- Memakai pakaian yang sopan, bersih, dan sesuai syariat.
Sunnah ketika memasuki masjid:
- Masuk dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid.
- Sholat tahiyatul masjid sebelum duduk (jika memungkinkan).
3. Adab dan Sunnah Saat Thawaf
Thawaf adalah salah satu ibadah utama dalam umroh. Agar lebih sempurna, perhatikan adab berikut:
- Memulai dari Hajar Aswad dengan membaca “Bismillah, Allahu Akbar”.
- Menjaga akhlak dengan tidak memukul atau menyakiti jamaah lain saat ingin mencium Hajar Aswad.
- Membaca doa, dzikir, atau membaca Al-Qur’an selama thawaf (tidak ada doa khusus di setiap putaran).
- Setelah selesai tujuh putaran, sunnah melaksanakan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.
4. Adab Saat Sa’i antara Shafa dan Marwah
- Memulai sa’i dari Bukit Shafa sambil membaca doa “Innash-Shafa wal Marwata…”
- Berdoa menghadap Ka’bah di atas Shafa dan Marwah sebanyak tiga kali sambil mengangkat tangan.
- Berjalan biasa di luar lampu hijau dan berlari kecil (jogging) bagi laki-laki di antara lampu hijau tanda batas.
- Menjaga kekhusyukan, tidak bercanda atau bermain gadget.
5. Menjaga Lisan dan Akhlak Sesama Jamaah
Selama berada di Tanah Suci, hindari debat, marah, atau kata-kata yang menyakiti orang lain. Allah SWT memerintahkan dalam QS. Al-Baqarah: 197 agar tidak berkata keji, berbuat maksiat, atau bertengkar saat berhaji dan umroh.
Amalan sunnah yang dianjurkan:
- Memperbanyak istighfar dan shalawat.
- Menolong sesama jamaah.
- Tersenyum dan bersikap ramah.
6. Sunnah Ziarah ke Masjid Nabawi dan Makam Rasulullah
- Ucapkan salam dengan penuh adab dan suara rendah di depan makam Rasulullah SAW.
- Tidak berdoa langsung kepada Rasul, tetapi tetap berdoa kepada Allah sambil bershalawat.
- Ziarah ke Raudhah dengan sopan, tidak berdesak-desakan.
7. Menutup Ibadah dengan Syukur dan Doa
Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, sunnah untuk memperbanyak doa agar umroh diterima dan mendapatkan predikat mabrur. Bersyukurlah atas kesempatan yang Allah berikan dengan memperbaiki akhlak dan ibadah setelah pulang ke tanah air.
Kata Penutup
Beribadah di Tanah Suci bukan hanya tentang memenuhi rukun dan wajib umroh, tetapi juga menjaga adab, akhlak, dan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Dengan memahami dan mengamalkannya, insya Allah ibadah menjadi lebih bermakna, tenang, dan diterima oleh Allah SWT.

